Minggu, 07 Agustus 2016

Wanita

Bismillah..
Kadang aku ingin sekali berbagi foto kebahagiaanku dengan dunia. Masih ada perasaan seperti itu. Terkadang aku ingin pasang foto dengan senyum. Yg menurut sebagian yg pernah ku temui, senyum ini indah. Jujur aku ingin. Ingin sekali. Aku ingin seperti perempuan pada umumnya. Contohnya memajang fotonya di sosial media. Tapi suatu tulisan membenamkan semua itu. Pokoknya inti dari tulisan itu begini:
Seorang muslimah bukanlah wanita pada umumnya, apalagi jika dia belum memiliki pendamping. Banyak yg harus ia jaga. Nama baik dirinya, nama baik keluarganya, dan nama baik agamanya. Mungkin semua wanita ingin melakukannya, namun ada yang luput dari pandangan kita. Kita diciptakan laki-laki dan perempuan. Masih ingat hadits yang bilang 'setiap muslim adalah saudara...' Yap. Sesama saudara harus saling menjaga bukan? Yang laki-laki menjaga wanita, begitupun sebaliknya. Mungkin kita berpikir "bagaimana caranya menjaga laki-laki? Bukannya laki-laki itu pemimpin, jadi dia harus menjaga dirinya sendiri dong". No. Ku tegaskan sekali lagi, NO. Aku mengutip suatu tulisan, "...jika ingin menjaga laki-laki caranya adalah membebaskan raganya, jaga pikirannya" dan memang itu senjata laki-laki. Pikirannya. Logika. Laki-laki dengan sejuta imajinasinya akan melayang dengan satu foto saja. Jangan kan foto, suara pun akan meningkatkan imajinasinya. Banyak buktinya. Jadi, untuk para muslimah alangkah baiknya jika kita membantu saudara laki-laki kita yang jumlahnya tidak lebih banyak dari kita untuk senantiasa menjaga pandangannya. Menjaga pikirannya. Menjaga logikanya. Menjaga imajinasinya. Memang tidak mudah. Karena hadiahnya pahala, bukan kipas angin hehe. Tapi alangkah indahnya jika kita saling bantu untuk menjaga bukan? :) Disini ada satu post dari anak ust. Arifin Ilham (Muhammad Alvin Faiz) yang berusia 17thn, aku gabilang kita harus bercadar. No. Karena aku pribadi belum ada niatan kesana, dan belum menemukan kalo muslimah wajib menggunakan cadar:)
Wallahu 'alam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar