Bismillah..
Kadang aku ingin sekali berbagi foto kebahagiaanku dengan dunia. Masih ada perasaan seperti itu. Terkadang aku ingin pasang foto dengan senyum. Yg menurut sebagian yg pernah ku temui, senyum ini indah. Jujur aku ingin. Ingin sekali. Aku ingin seperti perempuan pada umumnya. Contohnya memajang fotonya di sosial media. Tapi suatu tulisan membenamkan semua itu. Pokoknya inti dari tulisan itu begini:
Seorang muslimah bukanlah wanita pada umumnya, apalagi jika dia belum memiliki pendamping. Banyak yg harus ia jaga. Nama baik dirinya, nama baik keluarganya, dan nama baik agamanya. Mungkin semua wanita ingin melakukannya, namun ada yang luput dari pandangan kita. Kita diciptakan laki-laki dan perempuan. Masih ingat hadits yang bilang 'setiap muslim adalah saudara...' Yap. Sesama saudara harus saling menjaga bukan? Yang laki-laki menjaga wanita, begitupun sebaliknya. Mungkin kita berpikir "bagaimana caranya menjaga laki-laki? Bukannya laki-laki itu pemimpin, jadi dia harus menjaga dirinya sendiri dong". No. Ku tegaskan sekali lagi, NO. Aku mengutip suatu tulisan, "...jika ingin menjaga laki-laki caranya adalah membebaskan raganya, jaga pikirannya" dan memang itu senjata laki-laki. Pikirannya. Logika. Laki-laki dengan sejuta imajinasinya akan melayang dengan satu foto saja. Jangan kan foto, suara pun akan meningkatkan imajinasinya. Banyak buktinya. Jadi, untuk para muslimah alangkah baiknya jika kita membantu saudara laki-laki kita yang jumlahnya tidak lebih banyak dari kita untuk senantiasa menjaga pandangannya. Menjaga pikirannya. Menjaga logikanya. Menjaga imajinasinya. Memang tidak mudah. Karena hadiahnya pahala, bukan kipas angin hehe. Tapi alangkah indahnya jika kita saling bantu untuk menjaga bukan? :) Disini ada satu post dari anak ust. Arifin Ilham (Muhammad Alvin Faiz) yang berusia 17thn, aku gabilang kita harus bercadar. No. Karena aku pribadi belum ada niatan kesana, dan belum menemukan kalo muslimah wajib menggunakan cadar:)
Wallahu 'alam
Minggu, 07 Agustus 2016
Wanita
Jumat, 05 Agustus 2016
Flashback.
Flashback itu gaenak banget. Sumpah gaenak. Istilahnya harus mengorek luka lama yg harusnya uda ketutup. Harus buka lagi kenangan-kenangan lama. Harus buka semuanya yg uda lewat lah intinya. Dalam bbrp hari ini, aku pribadi lagi suka tbtb ke flashback sm yg lalu-lalu. Apapun itu. Contohnya semalem, baru mau mulai tidur tbtb air mata netes (efek punya perasaan yg sensitif jd gampang banget buat nangis) tbtb disitu aku liat, aku lagi dikamar aku yg dulu. Tempat dimana semua aib-aib aku ada disitu. Tempat dimana nangis sejadi-jadinya. Tempat yang paling enak buat nyendiri. Tempat paling enak lah pokoknya buat aku. Disitu juga aku liat ayah, ibu, sama adik aku bahagia. Aku bisa rasain lagi kasih sayang ayah. Aku bisa rasain lagi dianter jemput ayah. Aku bisa rasain lagi omelannya ayah. Aku bisa liat ibu senyum. Aku bisa liat ibu bahagia. Aku bisa liat adikku ketawa. Aku bisa liat dia main sama temen-temennya. Bahagia. Tapi sayang itu cuma sekilas flashback yg ada di dalam bayangan aku. 5 tahun lebih aku gapernah ngerasain kasih sayang ayah, gabisa rasain dianter jemput ayah, gabisa rasain diomelin sama ayah. Ayah, walaupun aku gabisa tau didalem hati ade. Tp aku tau ade juga sering ngerasain hal yg sama kayak yg aku rasain sekarang. Rasa kangeeeeen banget sama ayah. Mungkin buat sebagian orang ini gaterlalu berat. Tp bagiku cukup berat, yah. Andai ayah disini sama aku. Aku mau dipeluk ayah. Aku mau bagi ceritaku semua ke ayah. Ayah, sehat terus ya disana. Aku selalu kangen ayah. Semoga ada satu waktu dimana aku, adik, ayah, dan ibu bisa kayak dulu lagi. Entah gimana skenarionya, biar Allah yg atur.